prosedur Keselamatan Kerja Pekerja Saat Menggunakan Peralatan Las Oksi-Asetilin

Distributor perlengkapan safety jakartaSeperti halnya tahapan pengelasan yang lainnya, las oksi-asetilin digunakan untuk menyambung dua sisi logam dengan permanen tanpa atau dengan bahan pengisi. Akan namun perlu guna diketahui perangkat las oksi-asetilin memerlukan mekanisme keselamatan kerja yang bertolak belakang serta lebih ketat.
Las oksi-asetilin menggunakan nyala api hasil pembakaran gas asetilin serta gas oksigen (zat asam) guna memanaskan sisi logam yang bakal disambung serta mengencerkan bahan pengisinya. Las oksi-asetilin tidak sedikit digunakan untuk kegiatan perbaikan bodi otomotif serta pemotongan logam.

Waktu bekerja menggunakan las oksi-asetilin, operator las mesti mengetahui mekanisme keselamatan kerja karena sangatlah berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. Bahaya kebakaran dapat dipacu oleh nyala api serta cipratan bunga api yang mengenai sejumlah bahan gampang terbakar. Sedang ledakan umumnya disebabkan oleh kesalahan dalam menggunakan perlengkapan las oksi-asetilin terutama tabung asetilin serta pembakar.
Mekanisme keselamatan kerja pada saat menggunakan las oksi-asetilin mengkhususkan pada perbuatan pengamanan pada perangkat utamanya. Perlengkapan tersebut terbagi dalam tabung gas, regulator, pembakar, serta selang las.

Tabung Gas

Tabung gas digunakan untuk membubuhkan gas (asetilin serta oksigen) yang dihanguskan secara bareng dengan formasi bertolak belakang hingga menghasilkan nyala api. Tabung gas terbagi dalam satu tabung gas oksigen serta satu tabung gas asetilin.
Tabung gas asetilin mengandung gas yang dimampatkan dengan volume 40 liter serta desakan sampai 15 bar. Tabung gas oksigen sendiri dapat mengandung gas selama 74,5 m3 dengan kadar oksigen murni 99,5% serta tekanannya sebesar 151 bar. Aksi pengamanan yang digarap ialah:
• Menghindari tabung gas dari seluruh jenis tipe minyak serta pelumas.
• Membuat perlindungan tabung gas dari benda panas serta sinar matahari dengan teknik langsung dan kesempatan bersentuhan dengan kabel listrik.
• Tempatkan tabung gas di lokasi yang aman dari benturan atau pukulan benda keras.
• Tidak merubah, menarik keluar serta menukar tanda pada tabung gas.
• Penggunaan gas mesti tidak jarang kali lewat regulator.
• Janganlah unik tutup pengaman pada ketika mengusung atau memindahkan tabung gas.
• Jika terjadi kebocoran tabung gas, selekasnya bawa terbit ruangan.

Regulator

Regulator terpasang di setiap tabung oksigen guna mengendalikan keluarnya gas dari dalam tabung ke arah pembakar lewat selang las. Regulator memiliki dua buah manomenter guna memahami tekanan isi gas di tabung yang dimaksud manometer tekanan isi. Manometer tekanan kerja guna lihat tekanan kerja yang dipakai mengelas. Aksi pengamanan perangkat ini mencakup:
• Tangan atau sarung tangan mesti dimurnikan dari minyak atau pelumas sebelum menggenggam regulator.
• Waktu menanam regulator, sisi yang butuh dipegang merupakan badan regulator bukan pada manometernya.
• Katup regulator harus dalam situasi tertutup waktu bakal membuka kran tabung. Langkah membuka katup regulator digarap dengan memutar baut pengendali bersimpangan arah jarum jam hingga longgar.
• Putar baut pengendali desakan kerja dengan perlahan-lahan masa-masa mengendalikan desakan kerja agar tidak mengakibatkan kehancuran membran manometer.
• Waktu digarap penyusunan tekanan kerja pada regulator, posisi badan berdiri di samping.
Regulator yang telah bobrok harus selekasnya diganti untuk pemakaian selanjutnya.

Pembakar/ Brander (Torch)

Pembakar digunakan untuk mencampurkan gas oksigen serta gas asetilin dengan komparasi spesifik cocok dengan kepentingan kerja. Pembakar terbagi dalam dua jenis yaitu pembakar pengelasan biasa serta pembakar pemotongan. Mekanisme keselamatan kerja menggunakan pembakar ialah:
• Pembakar tidak dapat disentuh atau dipegang oleh tangan atau sarung tangan yang terpapar minyak atau pelumas.
• Tidak diizinkan memakai mulut pembakar untuk melepaskan atau memukul sebab kehancuran pada mulut pembakar dapat mengakibatkan nyala balik.
• Membersihkan mulut pembakar dari kotoran yang menyumbat dengan rutin menggunakan alat penusuk spesial.
• Bibir mulut pembakar mesti dimurnikan dari kotoran dengan menggunakan bilah kayu empuk sekalian membuka kran tabung oksigen.
• Mematikan api yang menyala dari pembakar andai tidak digunakan.
• Untuk mendapat hasil kerja yang baik, taruh dan rawatlah pembakar dengan benar serta teratur.

Selang Las

Selang las menghubungkan tabung gas dengan pembakar las untuk mengalirkan gas oksigen serta asetilin. Selang gas oksigen berwarna hitam atau biru serta selang gas asetilin berwarna merah. Mekanisme keselamatan kerja menggunakan selang las ialah:
• Selang las tidak dapat terkilir serta terjepit masa-masa digunakan.
• Selang las tidak dapat bersentuhan dengan nyala api, bunga api, benda panas, benda tajam, serta seluruh jenis minyak atau pelumas.
• Pengecekan selang las dengan rutin dikerjakan supaya tidak dilangsungkan kebocoran, hangus, serta sambungan longgar.
• Jangan menggunakan kawat, plastik, atau isolasi untuk memblokir kebocoran. Sisi yang bocor mesti dicukur serta disambung kembali menggunakan alat penyambung, pengikat, atau penjepit spesial selang.
• Gulung selang dengan apik setelah memakainya.

Tata teknik yang pas dalam menggunakan perlengkapan las oksi-asetilin sangatlah menguntungkan efisiensi perangkat serta menyerahkan rasa aman bikin operator las. Oleh sebab itu, pemahaman serta kesadaran operator las pada keselamatan kerja las oksi-asetilin akan meminimalisir resiko kemalangan kerja.

 

Leave a Comment